20 posisi teratas dari laporan kota cerdas versi IMD masih dihuni oleh sebagian besar kota dari negara-negara Eropa.

Institute of Management Development (IMD) telah menerbitkan laporan tahunan mengenai 146 kota yang tergolong sebagai kota cerdas di dunia.
Laporan bertajuk IMD Smart City Index 2025 ini membagi 146 kota itu ke dalam empat kelompok berdasarkan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di setiap kota dalam tiga tahun terakhir (2023-2025).
Kelompok pertama adalah kota-kota yang memiliki IPM tertinggi, sedangkan kota dengan IPM terendah berada di kelompok keempat.
Hasilnya, IMD Smart City Index 2025 menobatkan Zurich sebagai juara bertahan, yang pada 2024 juga menjadi kota paling cerdas di dunia.
Baca juga: Menteri AI Pertama di Dunia dari Albania Bernama Diella
Kota dengan populasi sekitar 410 ribu penduduk ini memiliki nilai IPM 0,994, yang menjadi skor tertinggi di antara kota-kota lainnya.
Kemudian diikuti oleh Oslo (IPM 0,982), Geneva (IPM 0,973), Dubai (IPM 0,937), serta Abu Dhabi (IPM 0,937).
Geneva naik satu peringkat dan sekaligus menggeser Canberra yang sebelumnya menjadi kota cerdas kedua di dunia.
Menariknya, Uni Emirat Arab (UEA) berhasil menempatkan kedua kota besarnya di urutan lima besar.
Posisi Dubai dan Abu Dhabi meroket di tahun ini, setelah 2024 lalu masing-masing menghuni peringkat 12 dan 10.
Kedua kota di Timur Tengah itu berhasil menjaga kepercayaan penduduknya, terutama dalam bidang kesehatan dan transportasi publik.
Tiga kota cerdas Indonesia
Selain itu, terdapat 3 kota cerdas yang “mewakili” Indonesia di IMD Smart City Index 2025, yaitu Jakarta, Medan, dan Makassar.
Tetapi, peringkat ketiga kota itu masih jauh di bawah 5 kota cerdas yang disebutkan sebelumnya.
Jakarta menempati posisi 103 dengan nilai IPM 0,767, sementara Medan berada di nomor 113 (IPM 0,719) dan Makassar menyusul satu peringkat di bawahnya (IPM 0,707).
Baca juga: Indonesia Akan Punya Bandar Antariksa di 2040?
Khusus untuk Jakarta, posisinya tidak tergoyahkan dari tahun lalu. Padahal, Ibukota Indonesia ini telah memiliki Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bernama Jakarta Smart City (JSC).
Mengutip jakarta.go.id, JSC dibentuk sejak 2014 yang bertujuan untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota cerdas 4.0 dengan mengoptimalisasi teknologi dalam urusan pemerintahan dan pelayanan publik.
Sayangnya, setelah sekitar 11 tahun hadir sebagai BLUD, JSC belum mampu mendongkrak peringkat Jakarta, setidaknya ke 100 besar indeks kota cerdas versi IMD dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Menurut laporan IMD Smart City Index 2025, beberapa isu terkait infrastruktur dan teknologi masih menjadi batu sandungan Jakarta untuk memperbaiki peringkatnya, misalnya kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan penanganan korupsi.
Inovasi pelayanan publik
Walaupun begitu, kota berpenduduk lebih dari 11,4 juta jiwa ini selalu berusaha untuk menghadirkan serta mengoptimalkan pelayanan publik yang efektif.
Hal tersebut terlihat dari peningkatan layanan berbasis ekosistem digital di sektor kesehatan, keamanan, dan transportasi publik.
Baca juga: Tecnologia! Ini Robot Bawah Air Canggih Buatan Indonesia
Salah satu produk digital unggulan adalah aplikasi JAKI (Jakarta Kini), yang dikembangkan oleh JSC untuk menyediakan layanan satu pintu bagi keseharian penduduk.
Platform ini menyediakan segudang fitur yang bisa langsung diakses melalui ponsel, mulai dari fitur kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan.
Lebih jauh lagi, JSC pun menunjukkan eksistensinya di panggung internasional, misalnya hadir dalam Global Digital Trade Expo (GDTE) 2025 di Tiongkok pada September lalu.
Daftar IMD Smart City Index 2025
Berikut jajaran 20 kota cerdas teratas menurut IMD Smart City Index 2025.
- Zurich
- Oslo
- Geneva
- Dubai
- Abu Dhabi
- London
- Copenhagen
- Canberra
- Singapura
- Lausanne
- Helsinki
- Praha
- Seoul
- Beijing
- Shanghai
- Ljubljana
- Amsterdam
- Stockholm
- Hong Kong
- Hamburg
