Kacamata AI Polantas di China mampu mengenali karakter dan pola plat nomor dengan akurasi tinggi.

Kepolisian China dikabarkan mulai menggunakan kacamata AI untuk membantu menjalankan segala macam tugas.
Kacamata canggih ini merupakan perangkat wearable yang dirancang khusus untuk kebutuhan operasional polisi lalu lintas (Polantas).
Selain itu, tertanam kamera beresolusi tinggi, prosesor mini, dan sistem AI berbasis computer vision di dalamnya.
Baca juga: Teknologi AI Bakal Bantu Inggris di Piala Dunia 2026
Jadi, memungkinkan polantas yang bertugas dapat menangkap citra atau data kendaraan dalam hitungan detik tanpa harus melakukan pemeriksaan manual serta mengganggu arus lalu lintas.
Lalu, hasil tangkapan itu akan diproses oleh sistem AI menggunakan teknologi Automatic License Plate Recognition (ALPR).
ALPR mampu mengenali karakter dan pola plat nomor dengan akurasi tinggi, meskipun kendaraan sedang melaju di jalan raya.
Baca juga: Mercedes-Benz GLC Terbaru Bertenaga AI Muncul ke Publik
Bahkan, seluruh data yang ada bisa ditampilkan melalui layar mikro yang terpasang di lensa kacamata.
Mulai dari informasi mengenai registrasi kendaraan, masa berlaku pajak, hasil uji kelayakan jalan, sampai riwayat pelanggaran yang pernah terjadi.
Setelah itu, sistem akan langsung mengirimkan informasi ke basis data Kepolisian Lalu Lintas.
Dukungan integrasi teknologi
Berdasarkan pengumuman resmi dari Kepolisian Lalu Lintas Changsha beberapa minggu lalu (13/12/2025), kacamata AI sudah digunakan oleh petugas di lapangan.
Kemudian, penerapan perangkat berbasis AI ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi kerja Polantas China karena mengandalkan integrasi teknologi yang mengkombinasikan deep learning, pemrosesan data real-time, dan koneksi jaringan berkecepatan tinggi.
Integrasi tersebut membuat sistem dapat bekerja optimal di berbagai kondisi dan menyesuaikan dengan lingkungan lalu lintas yang dinamis.
Baca juga: Terungkap! Alasan Gen AI Diminati Para Kreator Global
Setelah itu, kacamata AI Polantas China juga sanggup mendeteksi kendaraan yang bermasalah di jalan, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.
Namun, penerapan kacamata AI masih membutuhkan perhatian lebih, khususnya pada aspek privasi dan perlindungan data.
Akses super cepat antara perangkat dan basis data harus diimbangi dengan regulasi yang jelas serta pengawasan yang ketat.
Hal ini penting untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan, misalnya pencurian atau penyalahgunaan data kendaraan.
Adanya pengelolaan yang ketat membuat kacamata AI Polantas China semakin menjadi inovasi dalam pengembangan sistem lalu lintas di masa depan.
