Airbus Recall Pesawat A320 dari Sejumlah Maskapai Global

Recall pesawat A320 tercatat sebagai penarikan terbesar Airbus selama 55 tahun.

Airbus melakukan recall pesawat A320 dari sejumlah maskapai global, termasuk yang berada Indonesia.

Perusahaan aviasi asal Perancis itu menarik sekitar 6.000 unit pesawat yang masih beroperasi.

Jumlah tersebut melebihi setengah armada globalnya dan menjadi recall terbesar selama 55 tahun Airbus.

Recall dilakukan karena masalah perangkat lunak di A320 yang terlalu sensitif terhadap radiasi matahari.

Airbus menjelaskan dalam keterangan resminya, bahwa radiasi yang terjadi secara intens dapat merusak data penting bagi fungsi kontrol penerbangan.

Baca juga: Airbus Mengembangkan Helikopter Tanpa Awak untuk Marinir AS

“Oleh karena itu, Airbus telah mengidentifikasi sebagian besar keluarga A320 yang mungkin terdampak,” tulis keterangan resmi perusahaan.

Bagi pesawat A320 yang mengalami masalah di perangkat lunak, perbaikannya relatif sederhana.

Cukup dengan menginstal perangkat lunak versi lama yang prosesnya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam per pesawat.

Sampai Senin (1/11/2025), Airbus menyatakan bahwa hanya ada kurang dari 100 pesawat yang masih memerlukan pembaruan perangkat lunak.

Pesawat tua butuh waktu lebih lama

Tetapi, melansir The Guardian, pembenahannya bisa lebih rumit untuk pesawat yang berusia cukup tua.

Pasalnya, dibutuhkan perubahan pada perangkat keras sebelum pesawat dapat terbang kembali.

Menurut Aarin Chiekrie, analyst ekuitas di Hargreaves Lansdown, sekitar 900 unit pesawat mungkin masih memerlukan peningkatan pada perangkat keras.

Baca juga: Berapa Kecepatan Pesawat Terbang Komersial?

Prosesnya bisa memakan waktu hingga beberapa minggu karena keterbatasan persediaan perangkat.

Airbus mengakui, recall pesawat A320 menyebabkan gangguan operasional yang sangat signifikan.

Maka dari itu, perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.

“Airbus meminta maaf atas segala rintangan serta penundaan yang dialami penumpang dan maskapai atas kejadian ini,” ungkap Airbus.

Maskapai Indonesia ikut terdampak

Recall pesawat A320 juga berpengaruh terhadap 6 maskapai Indonesia, yaitu Citilink Indonesia, Pelita Air, Super Air Jet, Indonesia AirAsia, Batik Air, dan Transnusa.

Total, terdapat 38 unit A320 harus kembali ke hanggar Airbus untuk mendapatkan penanganan.

Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara RI, menjelaskan dalam keterangan tertulis, bahwa kondisi ini mungkin akan menyebabkan gangguan penerbangan.

Baca juga: Jet supersonik XB-1 Mendapat Izin Kecepatan Suara dari FAA

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan pada 30 November sampai dengan 4 Desember 2025, agar segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing airline,” jelas Lukman.

Seperti yang diketahui, Airbus A320 adalah salah satu pesawat yang banyak digunakan oleh maskapai di Tanah Air.

Bahkan, saat ini A320 menjadi model yang paling banyak dikirimkan ke maskapai-maskapai global, menyalip Boeing 737.

Jadi, tidak heran jika maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia membatalkan atau menunda penerbangan selama armada A320 mereka masih diperbaiki.


Diterbitkan

dalam

oleh