WhatsApp punya hambatan yang besar jika ingin menjadi Super App. Tetapi apabila itu terjadi, WhatsApp wajib menawarkan sesuatu yang benar-benar baru.

Perusahaan induk dari berbagai platform digital, Meta, dikabarkan sedang mengembangkan WhatsApp menjadi super app, yaitu sebuah aplikasi yang menyediakan beragam fitur dalam satu platform.
WhatsApp akan mulai mengintegrasikan layanan seperti bisnis, pembayaran, bahkan agen berbasis AI, semua dalam aplikasi perpesanan instan ini.
Seperti yang telah diketahui, super apps seperti WeChat, Grab, Gojek, dan Paytm telah lebih dulu berkembang di Asia.
Aplikasi-aplikasi tersebut mampu mengintegrasikan berbagai fitur, seperti kiriman pesan, perbelanjaan, pengantaran makanan, transportasi online, dan sebagainya.
Namun, konsep super apps belum berhasil menembus pasar Barat. Paul Armstrong, Pendiri TBD Group, mengatakan kepada City A.M., bahwa Meta belum merancang WhatsApp untuk memuat tingkat fungsi seluas itu.
Baca juga: Fitur Foto Profil AI Bakal Hadir di Aplikasi WhatsApp
“WeChat mengintegrasikan perpesanan, pembayaran, e-commerce, media sosial, dan bahkan layanan pemerintah dalam satu lingkungan,” ujarnya.
Ia melanjutkan, WhatsApp tidak sepenuhnya akan meniru WeChat, tetapi justru mengambil elemen penting seperti transaksi cepat dan pengalaman yang kontekstual.
Meta sengaja mengembangkan versi ringan dari fitur-fitur penting agar tetap relevan tanpa menimbulkan resistensi pengguna.
Banyak rintangan yang harus dihadapi
Menurut kabar yang beredar, ide super app memang sudah cukup lama dinantikan oleh pasar Amerika Serikat (AS).
Namun, ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan pertama adalah dua raksasa teknologi AS, Google dan Apple.
Kemudian, hambatan dari regulasi privasi, kontrol ketat App Store, dan kekhawatiran terhadap dominasi data oleh satu perusahaan menjadi batu sandungan lainnya.
Baca juga: Alat AI Selain ChatGPT yang Mampu Membuat Jurnal Akademis
“Kebijakan App Store Apple yang ketat, membatasi sistem pembayaran, distribusi aplikasi pihak ketiga, dan integrasi lintas ekosistem,” jelas Adam Landis, Head of Growth Branch.
Sebagai contoh, jika sebuah super app ingin menawarkan layanan ride-hailing secara langsung, maka akan berhadapan langsung dengan Uber.
“Itu sulit karena Anda harus mengalihkan pengguna dari aplikasi Uber ke aplikasi Anda sendiri,” jelas Malik Ahmed Khan, analyst Morningstar Research Services, Chicago.
Saat ini, sebagian besar pengguna memang menyukai sebuah aplikasi yang dapat memuat berbagai fitur.
Baca juga: 5 Generator AI Gratis untuk Mengubah Teks Menjadi Suara
Tetapi, di saat yang sama, konsumen juga khawatir soal privasi dan keamanan. Apakah data mereka akan aman dari potensi pembajakan atau penipuan?
Apabila WhatsApp ingin menjadi super app baru, mereka harus menyaingi sistem pembayaran seluler yang sudah ada, dan tentunya sangat aman bagi pengguna.
Selain itu, yang paling penting adalah WhatsApp wajib menawarkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih praktis.
