Seringai dan Musisi Dunia Tarik Lagu Mereka dari Spotify

CEO Spotify diduga melakukan investasi besar-besaran untuk perkembangan militer.

Band metal asal Indonesia, Seringai, memutuskan untuk menarik lagu mereka dari platform musik Spotify bersama dengan sejumlah musisi dunia.

Hal ini adalah imbas dari dugaan investasi besar-besaran CEO Spotify, Daniel Ek, untuk perkembangan militer.

Melansir Guardian, Daniel menginvestasikan sekitar €600 juta (Rp11,6 triliun) di perusahaan AI militer bernama Helsing.

Kemudian, kabarnya perusahaan modal ventura milik Daniel, Prima Materia, menghimpun pendanaan terbaru untuk Helsing pada bulan Juni lalu.

Baca juga: Fitur Baru Spotify Hadir di Instagram Stories dan Notes

Helsing menggunakan AI untuk membantu perangkat lunaknya menganalisis data sensor dan sistem persenjataan dari medan perang.

Lalu, data itu diinformasikan guna membuat keputusan militer secara real-time.

Perusahaan teknologi tersebut juga disinyalir memproduksi drone militer HX-2 secara mandiri.

Sederet musisi dunia cabut dari Spotify

Bukan hanya Seringai, sederet musisi dunia pun resmi mencabut lagu-lagu mereka di Spotify.

Misalnya Massive Attack, yang baru-baru ini ikut menarik katalog lagu mereka sebagai aksi protes terhadap investasi Daniel.

Pengumuman Massive Attack untuk menarik lagu mereka bersamaan dengan penandatangan inisiatif baru, No Music for Genocide.

Baca juga: Cara Cek Hak Cipta Konten di Youtube, Ternyata Ada Alatnya

Aksi kolektif ini melibatkan beberapa nama musisi, seperti MJ Lenderman, Amyl and the Sniffers, Rina Sawayama, Jockstrap, KeiyaA, serta musisi lainnya.

Pada pernyataan di media sosial resminya, Massive Attack mengungkapkan telah mengajukan permintaan untuk menghapus musik mereka dari Spotify di semua wilayah.

“Terlepas dari inisiatif ini dan mengingat investasi signifikan (yang dilaporkan) oleh CEO-nya di sebuah perusahaan yang memproduksi drone amunisi militer dan teknologi AI yang terintegrasi ke dalam pesawat tempur, Massive Attack telah mengajukan permintaan terpisah kepada label kami agar musik kami dihapus dari layanan streaming Spotify di semua wilayah,” tulis Massive Attack di Instagram resminya.

Baca juga: Sony Music Surati Perusahaan Teknologi dan Musik Streaming

Setelah itu, Massive Attack juga menyoroti mengenai beban ekonomi yang telah lama dipikul oleh seniman kini diperparah dengan beban moral dan etika.

Menurut band asal Inggris tersebut, hasil upaya kreatif para musisi pada akhirnya hanya dimanfaatkan untuk mendanai teknologi distopia mematikan.

Musisi dunia lainnya yang ikut meninggalkan Spotify adalah King Gizzard and the Lizard Wizard, Godspeed You! Black Emperor, Hotline TNT, Deerhoof, dan Wu Lyf.


Diterbitkan

dalam

oleh